Beberapa hari yang lalu, aku nonton lagi video-video tentang volcano eruption in Pompeii, aku melewati lagi area sekitar lumpur lapindo dan lihat fotoku ini, kota dimana terjadinya pengeboman beberapa tahun yang lalu.

Teacher bilang bencana datang ke tempat yang paling tenang sekalipun. It is nature as it is.

 

Isn’t it ridiculous kalau aku sempat berharap aku punya power untuk control over things outside of me?

I think it is.

Even so, aku masih bisa delusional dengan berharap lagi. Kenapa ya? A habit, I supposed…

Maka dari itu, practice, practice and practice terus until it gets easier to accept nature voluntarily.

Kayak setiap hari, aku belajar English vocabularies walaupun ngga terpakai di tulisanku tapi aku simpan as my knowledge. I can only try walaupun ada pemikiran-pemikiran yang muncul “lambat banget belajarnya, saking lambatnya jadi kelihatan konyol.”

 

Di balik awan gelap, ada sinar matahari yang terus-menerus bersinar. Di bagian kecil dari semua itu ada aku, a very small part, a name that soon will be forgotten, a familiar story that soon will be lost, once united with this physical world and later dispersed into the universe.

This is my chance to keep learning about being in the moment.

I don’t have forever, I only have now.

Ah, it’s relieving..

Advertisements

About Lia Agustine

PRODUK KOREA dan LOKAL INDONESIA SHOPEE @putri_agustina TOKOPEDIA : Miracle Garage Kode voucher [FREESAMPLE] ‌tulis atau chat kode voucher untuk setiap orderan Instagram : soberandpositive BBM : 748A0D51 Facebook : Taman Kosmetik Line/Whatsapp : 081235164225 Email : Gialastuin@gmail.com

Comment Here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s